Pakan kambing di Banopati Farm untuk kambing Boer genetik unggul dan kambing perah terdiri dari dua jenis pakan, yaitu:
(Hijauan – Sumber Serat)
Bahan & Komposisi
1. Hijauan (Pakchong / Odot) : 40%
2. Silase daun singkong : 25%
3. Onggok pres basah : 30%
4. Singkong silase : 5%
1. Konsentrat PK 18%
2. Ampas tahu
POLA PEMBERIAN PAKAN
Pagi & Sore (komposisi sama):
Konsentrat : 1 ons (0,1 kg)
Silase fermentasi : 1,5 kg
Ampas tahu : 0,25 kg
Konsentrat : 0,2 kg / ekor / hari
Silase fermentasi : 3 kg / ekor / hari
Ampas tahu : 0,5 kg / ekor / hari
BIAYA BAHAN PAKAN
Hijauan (tanam sendiri) Rp 350/kg
Onggok pres basah Rp 450/kg
Daun singkong Rp 1.000/kg
Singkong (tanam sendiri) Rp 400/kg
Ampas tahu Rp 30.000 / 60 kg = Rp 500/kg
Konsentrat PK 18% Rp 6.000/kg
HITUNGAN BIAYA PAKAN
(3 kg / ekor / hari)
Hijauan 40% → 1,2 kg × Rp 350 = Rp 420
Daun singkong 25% → 0,75 kg × Rp 1.000 = Rp 750
Onggok pres basah 30% → 0,9 kg × Rp 450 = Rp 405
Singkong 5% → 0,15 kg × Rp 400 = Rp 60
Konsentrat : 0,2 kg × Rp 6.000 = Rp 1.200
Ampas tahu : 0,5 kg × Rp 500 = Rp 250
Per Ekor Per Hari
Rp 1.635 + Rp 1.450 =
PERHITUNGAN BIAYA PAKAN
55 Ekor Kambing Banopati Farm
Biaya pakan per hari
55 ekor × Rp 3.085 = Rp 169.675 / hari
Biaya pakan per bulan (30 hari)
Rp 169.675 × 30 =
PERHITUNGAN PEMBUATAN FERMENTASI
Skala 1 Ton
Kebutuhan Pakan Fermentasi
55 ekor × 3 kg = 165 kg / hari
165 kg × 30 hari = 4.950 kg ≈ 4,95 ton / bulan
"Manajemen Pakan Kambing Banopati Farm"
Banopati Farm menerapkan sistem manajemen pakan seimbang berbasis hijauan fermentasi dan pakan penguat yang diberikan dua kali sehari dengan formulasi terukur dan konsisten.
Pakan fermentasi disusun dari hijauan pakchong atau odot, silase daun singkong, onggok pres basah, serta singkong silase dengan memanfaatkan bahan lokal dan hasil tanam sendiri. Pakan penguat menggunakan konsentrat PK 18% dan ampas tahu sebagai sumber protein tambahan.
Biaya pakan tercatat sekitar Rp 3.085 per ekor per hari atau ± Rp 5.090.250 per bulan untuk 55 ekor kambing, sehingga sistem manajemen pakan dinilai lebih efisien, berkelanjutan, dan ekonomis untuk diterapkan di Banopati Farm.
Sistem Manajemen Pakan Banopati Farm
Berdasarkan komposisi pakan, pola pemberian, dan efisiensi biaya, manajemen pakan Banopati Farm DINILAI LAYAK untuk dijadikan instrumen monitoring dan evaluasi pendamping karena:
Untuk Banopati Farm & Tim
1. Evaluasi BCS (Body Condition Score)
1 bulan sekali
Target BCS: 2,5 – 3,5
2. Rotasi hijauan
Pakchong
odot
daun singkong
3. Pemberian mineral blok ad libitum
Terutama untuk indukan bunting & laktasi
1. Buku Monitoring Harian (Wajib Tim Kandang)
Dicatat:
Nafsu makan
Sisa pakan
Feses (normal/diare)
Kondisi fisik kambing
2. Evaluasi Bulanan Pendamping
Parameter:
Biaya pakan aktual vs standar
Pertambahan bobot / kondisi tubuh
Kasus penyakit
3. Standar Deviasi Konsumsi Pakan
Toleransi ±10%
1. Pembagian Tugas Jelas
Tim pakan & fermentasi
Tim kesehatan & kebersihan kandang
Tim pencatatan & laporan
2. Briefing Mingguan (15–20 menit)
Fokus:
Kendala lapangan
Sisa pakan
Kambing bermasalah
3. Pelatihan Internal Tiap 3 Bulan Materi:
Fermentasi yang benar
Deteksi awal penyakit
Manajemen indukan bunting & pasca lahir
Jadikan Banopati Farm sebagai Farm Rujukan:
PKL mahasiswa
Program BUMDes
Pendampingan peternak desa
Sistem ini sudah layak dijadikan template SOP nasional skala menengah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar